expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 22 Maret 2012

"Aku selalu tak punya jawaban"





Senja kali ini memaksaku untuk bercerita tentangmu
Dengan lantang aku bercerita tentangmu
Bibirku kelu setengah mati saat angan tentangmu bermain diatas kepalaku
Senja mengatakan, “Teruslah bercerita.”
Berulang-ulang. Dalam riang, aku ceritakan bagaimana caramu
membuatku terbahak hanya karena lelucon konyol.
Dalam ceria, aku ceritakan bagaimana caramu
membuatku bangkit dalam keterpurukkan.
Dalam senyum, aku ceritakan bagaimana
caramu membuatku terpaku hanya padamu.
Dan dalam hening, aku ceritakan bagaimana
caraku mencintaimu.
Dalam sunyi, aku ceritakan bagaimana
aku memeluk bayangmu sekian lama dan tak pernah ku lepas.
Dalam senyap, aku ceritakan bagaimana
tersiksanya aku akan rindu untukmu.
Dalam sepi, aku ceritakan bagaimana
caraku menangis karenamu.
Dalam diam aku ceritakan bagaimana aku mengagumimu

Aku selalu tak punya jawaban setelah Beberapa hari sebelum kita berpisah, atau bahkan beberapa jam? Aku tak persis tahu.  Banyak yang ingin kuucapkan, tapi sepertinya ucapan itu sudah tak beraksara lagi. Percakapan kita di antara malam  itu, telah menanamkan benih kehancuran dalam hidupku dan sebentar lagi, aku akan mati. Perasaan yang tak sanggup ku ungkapkan yang membunuhku perlahan bukan dirimu.



Hey, Paragraf, aku titipkan kalimat ini:
Aku sangat menyayangimu.,, Tahukah kamu?

P.S
“Terima-kasih untukmu karena kau telah menjadi bagian dari ceritaku. Semuanya tentangmu, tentangmu yang menjadi inspirasiku. Hujan, seandainya saja aku bisa memutar kembali waktu itu. Aku hanya ingin kembali ke masa itu. Ke bulan Desember dimana akan ku ungkapkan semua perasaanku”


0 komentar:

YM_an yukkk... ^_^

 
Copyright (c) 2010 Sepotong Episode Antara Hujan Di Bulan Desember. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.